Minggu, 19 April 2015

[021] Al Anbiyaa Ayat 021

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 21

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ
««•»»
ami ittakhadzuu aalihatan mina al-ardhi hum yunsyiruuna
««•»»
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?
««•»»
Have they taken gods from the earth who raise [the dead]?
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menunjukkan kesesatan dan kebodohan kaum P musyrikin, yaitu : mereka tidak: berpegang kepada ajaran tauhid, bahkan menyembah kepada "tuhan-tuhan yang berasal dari bumi", yaitu patung patung yang merupakan benda mati, yang dibuat oleh tangan mereka sendiri yang berasal dari benda-benda bumi. Dan sudah pasti, bahwa benda mati tidak akan dapat memelihara dan mengelola makhluk hidup apalagi menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Sedang Tuhan kuasa berbuat demikian.

Patung-patung yang mereka sembah itu disebut dalam ayat ini sebagai tuhan-tuhan dari bumi". ini menunjukkan betapa rendahnya martabat tuhan mereka itu. sebab tuhan-tuhan tersebut mereka buat dari tanah, atau dari benda-benda yang lain yang terdapat di bumi ini, dan hanya disembah oleh sebagian manusia sebagai makhluk yang ada di bumi. Sedang Tuhan yang sebenarnya, disembah oleh seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit. Dengan demikian jelaslah betapa sesatnya kepercayaan dan perbuatan kaum musyrikin itu, karena mereka mempertuhankan apa-apa yang tidak sepantasnya untuk dipertuhan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah) makna lafal Am di sini sama dengan lafal Bal, artinya akan tetapi. Sedangkan Hamzah Istifhamnya menunjukkan makna ingkar (mereka mengambil tuhan-tuhan) yang diadakan (dari bumi) seperti dari batu, emas dan perak (yang mereka) yakni tuhan-tuhan itu (dapat menghidupkan) orang-orang yang telah mati? Tentu saja tidak dapat; bukanlah Tuhan melainkan yang dapat menghidupkan orang-orang yang mati.
««•»»
Or (am, functions with the meaning of bal, ‘nay’, to effect a transition [in subject-matter]; the hamza is for [rhetorical] denial) have they chosen gods, that are, from the earth, such as stones, gold or silver, who, that is, gods [who], resurrect? who bring the dead back to life? No! Indeed only one who brings the dead back to life can be God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 20]•[AYAT 22]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:21

[021] Al Anbiyaa Ayat 020

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 20

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
««•»»
yusabbihuuna allayla waalnnahaara laa yafturuuna
««•»»
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.
««•»»
They glorify [Him] night and day, and they do not flag.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana caranya para malaikat itu beribadah kepada-Nya, yaitu dengan Senantiasa bertasbih siang dan malam dengan tiada putus-putusnya.

Dalam ayat lain Allah berfirman tentang para malaikat ini:
لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون
"Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(QS At Tahriim [66]:6)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka selalu bertasbih malam dan siang dengan tiada henti-hentinya) bertasbih bagi mereka bagaikan nafas dalam diri kita; tiada sesuatu pun yang mengganggunya.
««•»»
They glorify [Him] night and day, and they do not falter, in it, for it comes to them as [naturally as] breathing comes to us, [something] which we can never be distracted from.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 19]•[AYAT 21]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:20

[021] Al Anbiyaa Ayat 019

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 19

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
««•»»
walahu man fii alssamaawaati waal-ardhi waman 'indahu laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihi walaa yastahsiruuna
««•»»
Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.
««•»»
To Him belongs whatever is in the heavens and the earth, and those who are near Him do not disdain to worship Him, nor do they become weary.
««•»»

Setelah pada ayat yang lalu Allah menjelaskan tuduhan yang tidak benar dari orang-orang kafir terhadap-Nya dan terhadap Rasul serta kitab suci-Nya, maka dalam ayat ini Allah kembali mengingatkan tentang kekuasaan-Nya yang mutlak, baik di langit maupun di bumi, yaitu bahwa Dialah yang menciptakan, menguasai, mengatur, mengelola, menghidupkan, mematikan, memberikan pahala dan menimpakan azab terhadap makhluk-Nya.

Tidak ada selain Allah yang mempunyai wewenang dan hak untuk campur tangan dalam masalah tersebut.

Demikian pula kekuasaan-Nya terhadap makhluk-makhluk-Nya yang berada di sisi-Nya, yaitu para malaikat muqarrabin, yang diberi-Nya kedudukan yang mulia, patuh dan taat serta beribadah kepada-Nya tanpa henti-hentinya dan tiada merasa payah atau tetih dalam mengabdi kepada-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan kepunyaan-Nyalah) kepunyaan Allahlah (segala yang di langit dan di bumi) sebagai milik-Nya (dan makhluk yang di sisi-Nya) yakni para malaikat. Jumlah kalimat ayat ini menjadi Mubtada, sedangkan Khabarnya ialah (mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada pula merasa letih) tiada merasa payah dalam menyembah-Nya.
««•»»
And to Him, exalted be He, belongs whoever is in the heavens and the earth, as possessions, and those who are near Him, namely, the angels (wa-man ‘indahu, the subject, the predicate of which [is the following clause]) do not disdain to worship Him, nor do they weary.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 18]•[AYAT 20]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:19

[021] Al Anbiyaa Ayat 018

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 18

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
««•»»
bal naqdzifu bialhaqqi 'alaa albaathili fayadmaghuhu fa-idzaa huwa zaahiqun walakumu alwaylu mimmaa tashifuuna
««•»»
Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).
««•»»
Rather We hurl the truth against falsehood, and it crushes its head, and behold, falsehood vanishes! And woe to you for what you allege [about Allah].
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menegaskan bahwa Dia membasmi kebatilan itu dengan kebenaran. Allah melemparkan kebenaran kepada kebatilan, sehingga kebenaran itu menghancurkan kebatilan tersebut, sampai lenyap sama sekali.

Yang dimaksud dengan kebatilan di sini ialah sifat-sifat dan perbuatan yang percuma dan tak berguna, termasuk sifat main-main dan berolok-olok. Sedang yang dimaksud dengan kebenaran di sini, ialah sifat-sifat dan perbuatan yang bersungguh-sungguh dun bermanfaat.

Pada akhir ayat ini Allah memberikan peringatan keras kepada kaum kafir, bahwa azab malapetaka disediakan-Nya untuk mereka, karena mereka telah menghubungkan sifat-sifat yang jelek kepada-Nya yaitu sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, misalnya: bermain-main dalam menciptakan makhluk-Nya. atau bahwa Allah mempunyai anak dan istri, atau lain-lainnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sebenarnya Kami melontarkan) yakni melemparkan (yang hak) iman (kepada yang batil) yakni kekafiran (lalu yang hak itu menghancurkannya) yakni melenyapkan yang batil (maka dengan serta merta yang batil itu lenyap) hilang. Asal makna lafal Damaghahu adalah menimpakan pukulan pada otak, yaitu tempat yang mematikan. (Dan bagi kalian) hai orang-orang kafir Mekah (kecelakaan) azab yang keras (disebabkan apa yang kalian sifatkan itu) bahwa Allah mempunyai istri atau anak.
««•»»
Nay, but We hurl, We cast, the truth, faith, against falsehood, disbelief, and it obliterates it, and behold, it vanishes, disappears (damaghahu, ‘it obliterates it’, actually means ‘it struck the brain with a blow’, [a blow] which is fatal). And for you, O disbelievers of Mecca, there shall be woe, severe chastisement, for what you ascribe, to God, of mate or child.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:18

Jumat, 27 Maret 2015

[021] Al Anbiyaa Ayat 017

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 17

لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لَاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ
««•»»
law aradnaa an nattakhidza lahwan laittakhadznaahu min ladunnaa in kunnaa faa'iliina
««•»»
Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami  {956}. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).
{956} Maksud: dari sisi Kami ialah yang sesuai dengan sifat-sifat kami.
««•»»
Had We desired to take up some diversion We would have surely taken it up with Ourselves, were We to do [so].
««•»»

Untuk memahami sehabis-habisnya anggapan orang-orang kafir yang keliru itu, maka dalam ayat ini Allah menambah keterangan bahwa jika seandainya Allah menciptakan alam ini dengan maksud main-main, niscaya Allah dapat saja menciptakan permainan-permainan yang sesuai dengan sifat-sifat keangan-anganan-Nya, sebagai perbuatan raja-raja yang mendirikan istana yang megah-megah dengan singgasana dan tempat-tempat tidur yang empuk. Akan tetapi Allah tidak bermaksud demikian dan tidak akan berbuat semacam itu.

Dia menciptakan langit dan bumi itu adalah untuk kebahagiaan hidup manusia dan untuk dijadikan sarana berpikir bagi manusia agar dengan demikian meyakini keagungan Khalik-Nya. maka Allah menciptakan langit dan bumi adalah dengan hikmah dan tujuan yang tinggi, sesuai dengan ketinggian martabat-Nya. Sifat main-main dan bersantai-santai adalah sifat makhluk, bukan sifat Allah.

Manusia juga termasuk ciptaan Allah yang telah diciptakan-Nya berdasarkan hikmah dan tujuan yang mulia dan diberinya kelebihan dari makhluk-makhluk-Nya yang lain. Oleh karena itu manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatannya dan Allah akan memberinya balasan pahala atau siksa, sesuai dengan baik dan buruknya perbuatan manusia itu.

Sebagian mufasirin menafsirkan "لَهْوًا" dalam ayat ini dengan arti "anak".jadi menurut mereka : Jika Allah hendak mengambil anak tentu diambil-Nya dari golongan makhluk-Nya yang sesuai dengan sifat-sifat-Nya, yaitu dari golongan malaikat,

Sebagaimana firman Allah dalam ayat-ayat lain:
لو أراد الله أن يتخذ ولدا لاصطفى مما يخلق ما يشاء
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa di kehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan Nya".
(QS Az Zumar [39]:4)

Akan tetapi mempunyai anak: istri dan keturunan bukanlah termasuk sifat, Allah, melainkan sifat-sifat makhluk-Nya; sedang Allah tidak: sama dengan makhluk-Nya. Oleh sebab itu Allah tidak beranak. Maka anggapan sebagian manusia bahwa Allah mempunyai anak, adalah anggapan yang tidak benar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan) hal-hal yang dapat dijadikan hiburan seperti istri dan anak (tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami) para bidadari dan para Malaikat. (Jika Kami menghendaki berbuat) demikian, tetapi Kami tidak akan memperbuatnya dan tidak menghendakinya.
««•»»
Had We desired to find some diversion, that which provides diversion, in the way of a partner or a child, We would have found it with Ourselves, from among the beautiful-eyed houris or angels, were We to do [so]. But We did not do so, thus We never desired it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 16]•[AYAT 18]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:17

[021] Al Anbiyaa Ayat 016

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 16

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
««•»»
wamaa khalaqnaa alssamaa-a waal-ardha wamaa baynahumaa laa'ibiina
««•»»
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main {955}.
{955} Maksudnya: Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya itu adalah dengan maksud dan tujuan yang mengandung hikmat.
««•»»
We did not create the sky and the earth and whatever is between them for play.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi serta semua yang terdapat di antaranya, tidaklah untuk maksud yang percuma atau main-main, melainkan dengan tujuan yang benar, yang sesuai dengan hikmah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna.

Pernyataan ini merupakan tangkisan terhadap sikap dan perbuatan kaum kafir yang mengingkari kenabian Muhammad saw, serta kemukjizatan Alquran. Karena. tuduhan-tuduhan yang mereka lemparkan kepadanya yaitu, bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, bukan wahyu dan mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya adalah berarti bahwa mereka tidak mengakui ciptaan Allah dan seakan-akan Allah menciptakan sesuatu hanya untuk main-main dan tidak mempunyai tujuan yang benar dan luhur.

Padahal Allah menciptakan langit dan bumi dan seisinya dan yang ada di antaranya, adalah agar manusia menyembah-Nya dan berusaha untuk mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya itu. Akan tetapi maksud tersebut barulah dapat tercapai dengan sempurna apabila penciptaan alam itu disusuli dengan penurunan Kitab yang memberikan petunjuk dan dengan mengutus para Rasul untuk membimbing manusia.

Dan Alquran, selain menjadi petunjuk bagi manusia, juga berfungsi sebagai mukjizat terbesar bagi Muhammad saw, untuk membuktikan kerasulannya. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengingkari kerasulan Muhammad dengan sendirinya berarti mereka menganggap bahwa Allah menciptakan alam ini dengan sia-sia, tanpa adanya tujuan dan hikmah yang luhur, tanpa ada manfaat dan kegunaannya.

Apabila manusia mau memperhatikan apa-apa yang di bumi ini, baik yang terdapat di permukaannya, maupun yang tersimpan dalam perut bumi itu, niscaya ia akan menemukan banyak keajaiban yang menunjukkan kekuasaan Allah. Dan jika ia yakin, bahwa kesemuanya itu diciptakan Allah untuk kemaslahatan dan kemajuan hidup manusia sendiri, maka ia akan merasa bersyukur kepada Allah dan meyakini bahwa semuanya itu diciptakan Allah berdasar tujuan yang luhur karena semuanya memberikan faedah yang tak terhitung banyaknya.

Bila manusia sampai kepada keyakinan semacam itu, sudah pasti ia tidak akan mengingkari Alquran dan tidak akan menolak kerasulan Nabi Muhammad saw.

Senapas dengan isi ayat ini, Allah telah berfirman dalam ayat-ayat yang lain.
وما خلقنا السماء والأرض باطلا ذلك ظن الذين كفروا فويل للذين كفروا من النار
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah, yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka.
(QS Shaad [38]:27)

Dan firman Allah lagi:
ما خلقناهما إلا بالحق
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hak.
(QS Ad Dukhaan [44]:39)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main) tiada gunanya, tetapi justru hal ini menjadi bukti yang menunjukkan kekuasaan Kami dan sekaligus sebagai manfaat buat hamba-hamba Kami.
««•»»
And We did not create the heaven and the earth and all that is between them, playing, being frivolous, but to indicate Our power and to benefit Our servants.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 15]•[AYAT 17]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:16

[021] Al Anbiyaa Ayat 015

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 15

فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ
««•»»
famaa zaalat tilka da'waahum hattaa ja'alnaahum hashiidan khaamidiina
««•»»
Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.
««•»»
That remained their cry until We turned them into a mown field, stilled [like burnt ashes].
««•»»

Allah SWT. menegaskan dalam ayat ini, senantiasa mereka mengulangi keluhan yang semacam itu, namun azab-Nya telah menimpa dan membinasakan mereka, sehingga jadilah mereka seperti tanaman yang telah dituai, rusak binasa dan tak mungkin hidup kembali.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tetaplah demikian) kalimat-kalimat itu sebagai (keluhan mereka) yang mereka serukan dan mereka ulang-ulang (sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai) bagaikan tanaman yang dipanen dengan sabit; seumpamanya mereka dibunuh dengan memakai pedang (yang tidak dapat hidup lagi) mereka mati bagaikan padamnya nyala api bila dimatikan.
««•»»
So that, saying, remained their cry, which they would make and repeat, until We made them as reaped [crops], as crops harvested with sickles when they were killed with the sword, stilled, dead, like the stillness of fire when it is extinguished.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 14]•[AYAT 16]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:15