Minggu, 14 Juni 2015

021] Al Anbiyaa Ayat 029

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 29

وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
««•»»
waman yaqul minhum innii ilaahun min duunihi fadzaalika najziihi jahannama kadzaalika najzii alzhzhaalimiina
««•»»
Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.
««•»»
Should any of them say, ‘I am a god besides Him,’ We will requite him with hell. Thus do We requite the wrongdoers.
««•»»

Pada ayat ini Allah menjelaskan ketentuan-Nya yang berlaku terhadap para malaikat dan siap saja di antara makhluk-Nya yang mengaku dirinya sebagai Tuhan selain Allah. Ketentuannya ialah bahwa siapa saja di antara mereka itu berkata: "Aku adalah tuhan selain Allah", maka dia akan diberi balasan siksa dengan api neraka Jahanam, karena pengakuan semacam itu adalah kemusyrikan yang sangat besar, karena selain mempersekutukan Allah, juga menyamakan derajat dirinya dengan Allah SWT.

Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa demikianlah caranya Allah membalasi perbuatan orang-orang yang zalim.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada-Nya") selain daripada Allah swt., dia adalah iblis yang menganjurkan manusia untuk menyembah dan taat kepada perintahnya (maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikianlah) sebagaimana Kami memberikan balasan kepada iblis (Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang yang zalim) yakni orang-orang yang musyrik.
««•»»
And should any of them say, ‘I am a god besides Him’, that is, [besides] God, in other words, [a god] other than Him — and this is Iblīs, who summoned [others] to worship his soul and commanded that it be obeyed — such a one We will requite with Hell. Thus, in the same way that We requite him, We requite wrong-doers, idolaters.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 28][AYAT 30]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
29of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=29&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:29

021] Al Anbiyaa Ayat 028

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 28

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
««•»»
ya'lamu maa bayna aydiihim wamaa khalfahum walaa yasyfa'uuna illaa limani irtadaa wahum min khasyyatihi musyfiquuna
««•»»
Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat {959} melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
{959} Syafa`at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa`at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa`at bagi orang-orang kafir., syafa`at yang baik Ialah: Setiap sya`faat yang ditujukan untuk melindungi hak seorang Muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan. syafa`at yang buruk ialah kebalikan syafa`at yang baik.
««•»»
He knows that which is before them and that which is behind them, and they do not intercede except for someone He approves of, and they are apprehensive for the fear of Him.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menerangkan apa sebabnya para malaikat itu demikian patuh dan taat kepada-Nya ialah karena mereka itu yakin bahwa Allah senantiasa mengetahui apa-apa yang telah ada dan sedang mereka kerjakan, sehingga tak satupun yang luput dari pengetahuan dan pengawasan-Nya. Oleh karena itu mereka senantiasa beribadat dan mematuhi segala perintah-Nya.

Selanjutnya, dalam ayat ini Allah menerangkan sifat lainnya dari para malaikat itu, ialah bahwa mereka tidak akan memberikan syafaat kepada siapapun, keculai kepada orang-orang yang diridai Allah. Oleh sebab itu, janganlah seseorang mengharap akan memperoleh syafaat atau pertolongan dari malaikat pada hari-hari akhirat kelak, bila ia tidak memperoleh rida Allah terlebih dahulu.

Di samping itu, para malaikat tersebut senantiasa berhati-hati, disebabkan takut kepada kemurkaan Allah dan siksa-Nya Oleh sebab itu. mereka senantiasa menjauhkan diri dari mendurhakai-Nya atau menyalahi perintah dan larangan-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka) apa yang telah mereka kerjakan dan yang sedang mereka kerjakan (dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai) oleh Allah swt. untuk mendapatkannya (dan mereka karena takut kepada-Nya) kepada Allah swt. (selalu berhati-hati) selalu takut kepada-Nya.
««•»»
He knows what is before them and what is behind them, that is, what they have done and what they will do, and they do not intercede except for him with whom He is satisfied, that he be interceded for, and they, for awe of Him, exalted be He, are apprehensive, fearful.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 27][AYAT 29]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:28

021] Al Anbiyaa Ayat 027

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 27

لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
««•»»
laa yasbiquunahu bialqawli wahum bi-amrihi ya'maluuna
««•»»
Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.
««•»»
They do not venture to speak ahead of Him, and they act by His command.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menerangkan sifat-sifat malaikat antara lain bahwa mereka itu hanya mengucapkan kata-kata yang diperintahkan Tuhan mereka, sehingga mereka tidak pernah mendahului perintah-Nya Selain itu, para malaikat tersebut senantiasa mengerjakan apa-apa yang diperintahkan-Nya kepada, mereka, tanpa membantah sedikitpun. Ringkasnya, mereka senantiasa mengharapkan keridaan Allah, serta patuh kepada-Nya, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan) mereka sama sekali tidak pernah berkata melainkan setelah ada firman-Nya (dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya) yakni setelah diperintahkan oleh-Nya.
««•»»
They do not [venture to] speak before Him — they only speak after He has spoken, and they act according to His command, that is, following [His issuing of] it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 26][AYAT 28]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
27of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=27&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:27

021] Al Anbiyaa Ayat 026

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 26

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ
««•»»
waqaaluu ittakhadza alrrahmaanu waladan subhaanahu bal 'ibaadun mukramuuna
««•»»
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan {958},
{958} Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.
««•»»
They say, ‘The All-beneficent has taken offsprings.’ Immaculate is He! Rather they are [His] honoured servants.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menyebutkan tuduhan kaum musyrik yang mengatakan bahwa para malaikat adalah anak-anak Allah. Kemudian Allah membantah tuduhan itu dengan menegaskan bahwa Dia Maha Suci dari tuduhan itu, dan para malaikat itu adalah hamba-hamba-Nya yang diberi kemuliaan

Mempunyai anak adalah salah satu gejala alam atau makhluk yang bersifat "baharu" sedang Allah adalah bersifat "Qidam". Dan juga merupakan gejala tentang adanya hajat terhadap kehidupan berkeluarga dan berketurunan, yang juga merupakan salah satu sifat yang ada pada makhluk, sedang Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya.

Di samping itu, anak tentu mempunyai persamaan dengan ayahnya dalam satu segi, dan mempunyai perbedaan dalam segi lain. Sebab itu, jika benar malaikat adalah anak Allah, maka ia juga ikut disembah, padahal Allah telah menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang patut disembah dan para malaikat itu selalu menyembah atau beribadat kepada Allah.

Ringkasnya, malaikat bukanlah anak Allah, melainkan hamba-hamba-Nya, hanya saja mereka itu merupakan hamba-hamba Allah yang diberi kemuliaan dan tempat yang dekat kepada Allah serta diberi kelebihan atas semua makhluk, karena ketaatan mereka dalam beribadah kepada-Nya melebihi makhluk-makhluk yang lain. Tetapi manusia yang beriman, taat dan saleh lebih mulia dari pada malaikat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil anak") berupa Malaikat-malaikat (Maha Suci Allah. Sebenarnya) para malaikat itu (adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan) di sisi-Nya; dan pengertian kehambaan ini jelas bertentangan dengan pengertian keanakan.
««•»»
And they say, ‘The Compassionate One has taken a son’, from the angels. Glory be to Him! Nay, but they are [merely] servants who are honoured, in His presence; for [the very] servitude [of all creatures to Him] is inconsistent with [the attribution of any of them as] progeny [of His].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:26

Kamis, 07 Mei 2015

[021] Al Anbiyaa Ayat 025

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 25

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
««•»»
wamaa arsalnaa min qablika min rasuulin illaa nuuhii ilayhi annahu laa ilaaha illaa anaa fau'buduuni
««•»»
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
««•»»
We did not send any apostle before you but We revealed to him that ‘There is no god except Me; so worship Me.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menegaskan dengan pasti, bahwa setiap Rasul yang diutus-Nya sebelum Muhammad saw. adalah orang-orang yang telah diberi-Nya wahyu yang mengajarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah Oleh sebab itu menjadi kewajiban bagi manusia untuk menyembah Allah semata-mata. Dan tidak ada sesuatu dalil-pun, baik dalil berdasarkan akal, ataupun dalil yang diambilkan dari kitab-kitab suci yang disampaikan oleh semua Rasul-rasul Allah, yang membenarkan kepercayaan selain kepercayaan tauhid kepada. Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan) dalam satu qiraat lafal Nuuhii dibaca Yuuhaa (kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian") artinya tauhidkanlah atau esakanlah Aku.
««•»»
And We did not send any Messenger before you but We revealed to him (read nūhī or yūhā, ‘[but] it was revealed to him’) that, ‘There is no god except Me, so worship Me’, that is, affirm My Oneness.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:25

[021] Al Anbiyaa Ayat 024

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 24

أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ هَذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُونَ
««•»»
ami ittakhadzuu min duunihi aalihatan qul haatuu burhaanakum haadzaa dzikru man ma'iya wadzikru man qablii bal aktsaruhum laa ya'lamuuna alhaqqa fahum mu'ridhuuna
««•»»
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku {957}". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.
{957} Kepercayaan tauhid itu adalah salah satu dari pokok-pokok agama yang tersebut dalam Al Quran dan Kitab-Kitab yang dibawa oleh Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad s.a.w.
««•»»
Have they taken gods besides Him? Say, ‘Produce your evidence! This is a precept of those who are with me, and a precept of those [who went] before me.’ Rather most of them do not know the truth, and so they are disregardful.
««•»»

Dalam ayat ini Allah mengulangi kembali bantahan-Nya terhadap kaum musyrikin mengenai kepercayaan mereka bahwa Allah mempunyai sekutu, atau bahwa ada tuhan yang lain selain Allah. Firman-Nya : "Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya?" "Maksudnya, bahwa setelah diberikan kepada mereka itu bukti-bukti dan dalil-dalil yang jelas tentang kemaha Esaan Allah, apakah mereka masih belum percaya, dan masih mengambil tuhan-tuhan selain Allah? Ini menunjukkan kebodohan dun keingkaran mereka yang bukan alang kepalang. Sebab, kalau bukan demikian, niscaya mereka segera menganut kepercayaan tauhid dan membuang kepercayaan syirik, setelah memperoleh keterangan dan bukti-bukti yang begitu jelas.

Selanjutnya dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan tantangan kepada kaum musyrik itu bahwa jika mereka masih saja memegang kepercayaan syirik dan menolak ajaran tauhid, hendaklah mereka mengemukakan pula dalil dan keterangan yang membuktikan kepercayan iiu.

Akan tetapi, tantangan itu tidak akan pernah mereka jawab baik berdasarkan dalil-dalil yang berdasarkan akal (rasionil); maupun dengan bukti-bukti yang berupa ajaran yang terdapat dalam Injil, Taurat, ataupun Zabur.

Tantangan itu mengandung pengertian sebagai berikut : "Hai orang-orang musyrik, jika kamu berpendapat bahwa kepercayaanmu adalah benar. cobalah tunjukkan bukti dan dalilnya, karena kamu sudah mempunyai Alquran yang diturunkan Allah kepadaku, dan kamu juga sudah mempunyai Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dan Taurat yang diturunkan-Nya kepada Nabi Musa, serta Zabur yang diturunkan-Nya kepada Nabi Daud. Tunjukkanlah sebuah ayat yang terdapat dalam kitab suci tersebut yang membenarkan kepercayaan syirik".

Sudah pasti, bahwa mereka tak akan dapat menunjukkan bukti yang dimaksudkan itu, karena semua kitab suci tersebut hanyalah mengajarkan kepercayaan tauhid, dan tidak membenarkan kepercayaan syirik ini membuktikan, bahwa agama Islam dan semua agama yang disampaikan oleh para Rasul sebelum Muhammad, dasarnya adalah sama, yaitu kepercayaan tauhid yang murni kepada Allah. Hanya saja, setelah para Rasul itu wafat, sebagian umatnya meninggalkan kepercayaan tauhid, dan kembali kepada kepercayaan syirik, karena kebanyakan mereka tidak mengetahui yang benar oleh sebab itulah mereka berpaling dari kebenaran itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah mereka mengambil selain daripada-Nya) selain dari Allah (sebagai tuhan-tuhan) kata tanya atau Istifham di sini mengandung makna ejekan (Katakanlah, "Unjukkanlah bukti kalian!") yang menunjukkan kebenaran dugaan kalian itu. Dan sekali-kali kalian tidak akan dapat melakukannya.

(Ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku) yakni umatku; yang dimaksud "ini" adalah Alquran, (dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku) umat-umat sebelumku, yang dimaksud adalah kitab Taurat, Injil dan kitab-kitab Allah yang lainnya: Tidak ada satu pun kitab-kitab itu yang mengatakan, bahwa ada Tuhan di samping Allah, sebagaimana yang dikatakan mereka; Maha Suci Allah dari hal tersebut.

(Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak) tidak mengetahui keesaan Allah (karena itu mereka berpaling) dari memikirkan hal-hal yang dapat mengantarkan mereka kepada ajaran tauhid.
««•»»
Or have they chosen besides Him, exalted be He, other than Him, gods? (herein is an interrogative meant as a rebuke). Say: ‘Bring your proof, for this — but such a thing is impossible. This is the Remembrance of those with me, namely, my community, and that [Remembrance] is the Qur’ān, and the Remembrance of those before me, of communities, namely, the Torah and the Gospel and other Books of God, not a single one of which contains the statement that with God there exists another god, in the way that they claim — exalted be He above such a thing. Nay, but most of them do not know the truth, the affirmation of God’s Oneness, and so they are disregardful’, of that discernment that leads to [knowledge of] it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:24

[021] Al Anbiyaa Ayat 023

««•»»
Surah Al Anbiyaa' 23

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
««•»»
laa yus-alu 'ammaa yaf'alu wahum yus-aluuna
««•»»
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.
««•»»
He is not questioned concerning what He does, but they are questioned.
««•»»

Untuk memperkuat keterangan bahwa Dia Maha Suci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi Tuhan, maka dalam ayat ini Allah menyebutkan pula kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala makhluk-Nya, sehingga tak seorangpun berwenang untuk menanya, memeriksa atau meminta pertanggung jawaban-Nya atas setiap perbuatannya. Bahkan ditegaskan, bahwa manusialah yang akan diminta pertanggungjawabannya atas setiap perbuatannya. Hal ini disebabkan Allah-lah Hakim dan Penguasa yang sebenarnya, dan Dia berbuat segala Sesuatu senantiasa berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya yang tinggi, serta kasih sayang dan keadilan-Nya kepada hamba-Nya.

Dalam hubungan ini, Allah telah berfirman dalam ayat lain:
فوربك لنسئلنهم أجمعين عما كانوا يعملون
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
(QS Al Hijr [15]:92-93)

Firman-Nya lagi:
وهو يجير ولا يجار عليه إن كنتم تعلمون
"Sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui".
(QS Al Mu'minun [23]:88)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai) tentang perbuatan-perbuatan mereka.
««•»»
He shall not be questioned about what He does, but they shall be questioned, about their actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of112
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=21&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#21:23